Pembakaran Bendera PDIP Bisa Dihindari Andai Prabowo Bisa Kendalikan Pendukungnya - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Berita Tuek. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Pembakaran Bendera PDIP Bisa Dihindari Andai Prabowo Bisa Kendalikan Pendukungnya yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Ribuan orang turun ke jalan menyampaikan aspirasi penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pada Rabu (24/6) kemarin.
Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunisme (ANAK) NKRI itu menuntut DPR RI agar RUU HIP dihapus dari prolegnas. Bahkan, meminta Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menggelar sidang istimewa untuk menurunkan Presiden Joko Widodo.
Aksi yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI itu berlangsung sejak siang hingga sore hari. Namun, jelang berakhir, peserta aksi membakar bendera bergambar palu arit dan bendera PDIP.
Menanggapi itu, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menilai unjuk rasa merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi UUD 1945.
"Jadi sah-sah saja dilakukan oleh siapapun, termasuk unjuk rasa (demonstrasi) yang dilakukan oleh ribuan umat Islam yang menolak RUU HIP di depan gedung DPR/MPR RI," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/6).
Ubedilah lantas mengurai bahwa massa yang tergabung dalam ANAK NKRI merupakan anggota dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti FPI, PA 212, dan GNPF-Ulama. Di mana pada Pilpres 2019 lalu, kelompok ini adalah pendukung Prabowo Subianto.
“Kini, massa aksi tersebut tidak ada korelasi langsung dengan Prabowo, sebab Prabowo saat ini menjadi bagian utama dari pemerintahan. Namun demikian mereka adalah simpatisan Prabowo," jelas Ubedilah.
Meski begitu, Ubedilah menilai bahwa Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan punya ruang yang besar untuk menampung aspirasi para simpatisannya itu.
Artinya, aksi di depan gedung DPR yang berujung pada pembakaran bendera PDIP, yang tidak lain adalah rekan koalisi partai Prabowo di pemerintahan, bisa dihindari. Terlebih jika mantan Danjen Kopassus itu bisa terus hadir di tengah para pendukungnya yang kini berjuang menjaga Pancasila.
"Pada konteks simpatisan itulah ada ruang yang mungkin bagi Prabowo untuk menerima aspirasi dan ide mereka. Bahkan mungkin Prabowo masih ada ruang untuk mengendalikan mereka," terang Ubedilah.
Namun demikian, sambung Ubedilah, di saat rakyat khususnya simpatisannya membutuhkan, Prabowo sedang tidak berada di Indonesia, melainkan tengah berkunjung ke Rusia.
"Tetapi saat demonstrasi berlangsung, Prabowo rupanya tidak ada kontak dengan mereka," pungkas Ubedilah.(rmol)
BERITA PILIHAN PEMBACA :
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Pembakaran Bendera PDIP Bisa Dihindari Andai Prabowo Bisa Kendalikan Pendukungnya yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Ribuan orang turun ke jalan menyampaikan aspirasi penolakan terhadap RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pada Rabu (24/6) kemarin.
Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunisme (ANAK) NKRI itu menuntut DPR RI agar RUU HIP dihapus dari prolegnas. Bahkan, meminta Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menggelar sidang istimewa untuk menurunkan Presiden Joko Widodo.
Aksi yang digelar di depan Gedung DPR/MPR RI itu berlangsung sejak siang hingga sore hari. Namun, jelang berakhir, peserta aksi membakar bendera bergambar palu arit dan bendera PDIP.
Menanggapi itu, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun menilai unjuk rasa merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi UUD 1945.
"Jadi sah-sah saja dilakukan oleh siapapun, termasuk unjuk rasa (demonstrasi) yang dilakukan oleh ribuan umat Islam yang menolak RUU HIP di depan gedung DPR/MPR RI," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/6).
Ubedilah lantas mengurai bahwa massa yang tergabung dalam ANAK NKRI merupakan anggota dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti FPI, PA 212, dan GNPF-Ulama. Di mana pada Pilpres 2019 lalu, kelompok ini adalah pendukung Prabowo Subianto.
“Kini, massa aksi tersebut tidak ada korelasi langsung dengan Prabowo, sebab Prabowo saat ini menjadi bagian utama dari pemerintahan. Namun demikian mereka adalah simpatisan Prabowo," jelas Ubedilah.
Meski begitu, Ubedilah menilai bahwa Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan punya ruang yang besar untuk menampung aspirasi para simpatisannya itu.
Artinya, aksi di depan gedung DPR yang berujung pada pembakaran bendera PDIP, yang tidak lain adalah rekan koalisi partai Prabowo di pemerintahan, bisa dihindari. Terlebih jika mantan Danjen Kopassus itu bisa terus hadir di tengah para pendukungnya yang kini berjuang menjaga Pancasila.
"Pada konteks simpatisan itulah ada ruang yang mungkin bagi Prabowo untuk menerima aspirasi dan ide mereka. Bahkan mungkin Prabowo masih ada ruang untuk mengendalikan mereka," terang Ubedilah.
Namun demikian, sambung Ubedilah, di saat rakyat khususnya simpatisannya membutuhkan, Prabowo sedang tidak berada di Indonesia, melainkan tengah berkunjung ke Rusia.
"Tetapi saat demonstrasi berlangsung, Prabowo rupanya tidak ada kontak dengan mereka," pungkas Ubedilah.(rmol)
BERITA PILIHAN PEMBACA :
Memuat...
Itulah tadi informasi tentang Pembakaran Bendera PDIP Bisa Dihindari Andai Prabowo Bisa Kendalikan Pendukungnya yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Semoga saja dapat menjawab rasa penasaran Anda, tentang tentang berita yang mungkin sedang Anda cari.
Jika dirasa berita yang kami sampaikan membawa manfaat, silahkan bantu kami untuk berbagi kepada teman-teman yang lain, melalui media sosial yang ada dibawah artikel ini.
Kedepannya kami akan terus mengupdate dan berbagi informasi terkini atau berita terbaru di sekeliling kita, untuk itu terus pantengin situs ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke situs Berita Tuek ini. Sampai ketemu di berita berikutnya.
Komentar
Posting Komentar