Komnas HAM: Bukan Kocok Ulang, Tapi Struktur Kabinet Yang Perlu Dirombak Jadi Situasi Darurat - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Berita Tuek. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Komnas HAM: Bukan Kocok Ulang, Tapi Struktur Kabinet Yang Perlu Dirombak Jadi Situasi Darurat yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.
BERITA PILIHAN PEMBACA :
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Komnas HAM: Bukan Kocok Ulang, Tapi Struktur Kabinet Yang Perlu Dirombak Jadi Situasi Darurat yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.
Wacana reshuffle kabinet yang sempat dilontarkan Presiden Joko Widodo seolah timbul tenggelam, setelah pemerintah memgambil langkah lain untuk menangani pandemik virus corona baru (Covid-19) beserta dampak ikutannya.
Belum lama ini, Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) 82/2020 untuk membentuk Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Namun langkah ini dianggap banyak pihak terlalu telat, dan malah membuat pertanyaan-pertanyaan baru dibenak masyarakat seperti, apakah Komite Kebijakan tersebut mampu mempercepat penanganan Covid-19 dan membalikan kondisi perekonomian domestik yang hampir krisis?
Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin Al Rahab berpendapat, Komite Kebijakan masih belum bisa meyakinkan pandemik corona dan efeknya bakal bisa diselesaikan.
Pasalnya, struktur lembaga yang dibentuk presiden dengan menempatkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana kurang tepat, jika melihat penanganan corona yang harus beriringan dengan perbaikan ekonomi nasional.
"Keputusan terakhir Bapak Presiden membuat komando harian menangani dampak pandemik adalah Menteri BUMN. Ini kan enggak pas dengan apa yang dibutuhkan," ujar Amiruddin Al Rahab dalam sebuah diskusi virtual yang disiarkan di kanal Youtube JIB bertajuk "Ganti Struktur Kabinet di Era Pandemi" akhir pekan lalu.
Penempatan Menteri BUMN sebagai Ketua Pelaksana Komite Kebijakan seharusnya diemban oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Bersamaan dengan itu, presiden juga semestinya merombak langsung struktur kabinet yang ada saat ini.
Karena, menurut Amiruddin, kabinet yang ada diperiode kedua pemerintahan Jokowi dibentuk bukan dalam dan untuk kondisi krisis. Sehingga jelas kabinet Indonesia maju tidak bisa dipertahankan untuk menangani masalah yang ada saat ini.
"Maka ketika presiden mengatakan keadaan begitu kritis, membutuhkan suatu tindakan extraordinary ternyata kabinet normal itu tidak mampu menyambut tugas untuk situasi darurat itu," tuturnya.
Oleh karena itu, harap Amiruddin, jika presiden sudah menyampaikan keluhannya kepada para menterinya yang tidak bekerja secara serius, maka sudah seharusnya struktur kabinet dirombak total, dan bukan sekadar kocok ulang kursi menteri.
"Maka saya membayangkan kalau memang situasi kita seperti apa yang disampaikan presiden, kabinet mesti rombak, bukan diganti pasang orang. Tapi struktur kabinetnya mesti diubah," ungkapnya.
"Yaitu kabinet dalam situasi darurat," demikian Amiruddin Al Rahab. [rmol]
Memuat...
Itulah tadi informasi tentang Komnas HAM: Bukan Kocok Ulang, Tapi Struktur Kabinet Yang Perlu Dirombak Jadi Situasi Darurat yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Semoga saja dapat menjawab rasa penasaran Anda, tentang tentang berita yang mungkin sedang Anda cari.
Jika dirasa berita yang kami sampaikan membawa manfaat, silahkan bantu kami untuk berbagi kepada teman-teman yang lain, melalui media sosial yang ada dibawah artikel ini.
Kedepannya kami akan terus mengupdate dan berbagi informasi terkini atau berita terbaru di sekeliling kita, untuk itu terus pantengin situs ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke situs Berita Tuek ini. Sampai ketemu di berita berikutnya.

Komentar
Posting Komentar