Gde Siriana: Rezim Jokowi Kehabisan Stok Jualan Gombal, Reaksi Pada KAMI Tidak Rasional! - Hai Sobat pembaca semuanya, salam sejahtera kami ucapkan untuk para sobat Pembaca Berita Tuek. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan memberikan Rahmat dan hidayahNya sehingga sobat bisa meluangkan waktu untuk mampir di situs kami ini.
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Gde Siriana: Rezim Jokowi Kehabisan Stok Jualan Gombal, Reaksi Pada KAMI Tidak Rasional! yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Satire atau sindiran yang diarahkan kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kembali mengemuka di publik, yang kali ini datang dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Megawati menyebut para tokoh nasional yang mendeklarasikan KAMI hanya ingin menjadi presiden.
Alhasil, sindiran ini ditanggapi oleh salah seorang deklarator KAMI Gde Siriana Yusuf.
Secara pribadi ia menyayangkan pernyataan seorang Ketua Umum partai yang terkesan menyudutkan gerakan moral masyarakat yang dilindungi haknya di dalam konstitusi.
"Ibu Ketum (PDIP) ini lupa, bahwa akibat fraksi Parpol di DPR tidak efektif mengontrol eksekutif dan membela kepentingan rakyat, maka civil society perlu diperkuat dalam masyarakat demokratis. Keprihatinan pada kondisi negara dan sikap kritis masyarakat pada pemerintah harus disuarakan," ujar Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/8).
Apa yang disampaikan Megawati itu, menurut Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) itu, adalah sebuah serangan yang sengaja diwacanakan oleh para pendukung rezim Joko Widodo.
Pasalnya, Gde Siriana mengamati banyak pihak yang sudah mulai tidak nyaman dengan keberadaan KAMI dan membuat gerakan tandingan yang seolah-olah ingin membuat benturan horizontal di masyarakat.
Sebagai contohnya adalah kemunculan gerakan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) yang digagas oleh bekas pendukung Jokowi di Pilpres 2019 silam.
Selain itu, Gde Siriana juga menyebutkan adanya sikap tak mengindahkan dari sebagian alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menginginkan Din Syamsuddin dicopot dari Majelis Wali Amanat karena terlibat di dalam KAMI.
"Kok ada ya intelektual berpikiran sempit? Memangnya sudah ada penetapan KAMI sebagai organisasi terlarang? Kalian bukanlah massa (benda), intelektual harus memiliki selera rasionalitas dan ketertarikan pada fakta," tuturnya.
Bahkan, lanjut Gde Siriana, serangan-serangan kepada KAMI telah dialami oleh sejumlah tokoh yang tergabung di KAMI sejak awal Deklarasi, baik berupa tuduhan gerakan makar hingga pembajakan akun media sosial.
Karena itu, Aktivis Bandung Intiatives ini memandang, sikap yang ditunjukan para pendukung rezim Jokowi kali ini sama saja menelanjangi diri penguasanya sendiri. Di mana, pemerintah tak lagi mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait janji-janji politiknya yang telah diumbar pada Pilpres 2019 silam.
Serangan-serangan untuk mengamputasi KAMI dengan cara-cara cupu, mulai dari Ketum Parpol, hingga mahasiswa bayaran dan alumni-alumni yang fouI-minded, bukti bahwa rezim penguasa kehabisan stok jualan gombal," ungkapnya.
"Janji-janji meroket tidak terwujud dalam 5 tahun ke belakang adalah fakta-fakta yang tak terbantahkan. Inilah yang dipercaya rakyat?" demikian Gde Siriana Yusuf menutup. (Rmol)
BERITA PILIHAN PEMBACA :
Di kesempatan ini kita akan mengupas tentang Gde Siriana: Rezim Jokowi Kehabisan Stok Jualan Gombal, Reaksi Pada KAMI Tidak Rasional! yang mungkin sedang sobat cari, dan kami sudah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk dapat Sobat baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga postingan kami kali ini dapat membawa manfaat untuk Sobat semuanya, oke selamat membaca.

Satire atau sindiran yang diarahkan kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) kembali mengemuka di publik, yang kali ini datang dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Megawati menyebut para tokoh nasional yang mendeklarasikan KAMI hanya ingin menjadi presiden.
Alhasil, sindiran ini ditanggapi oleh salah seorang deklarator KAMI Gde Siriana Yusuf.
Secara pribadi ia menyayangkan pernyataan seorang Ketua Umum partai yang terkesan menyudutkan gerakan moral masyarakat yang dilindungi haknya di dalam konstitusi.
"Ibu Ketum (PDIP) ini lupa, bahwa akibat fraksi Parpol di DPR tidak efektif mengontrol eksekutif dan membela kepentingan rakyat, maka civil society perlu diperkuat dalam masyarakat demokratis. Keprihatinan pada kondisi negara dan sikap kritis masyarakat pada pemerintah harus disuarakan," ujar Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (26/8).
Apa yang disampaikan Megawati itu, menurut Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) itu, adalah sebuah serangan yang sengaja diwacanakan oleh para pendukung rezim Joko Widodo.
Pasalnya, Gde Siriana mengamati banyak pihak yang sudah mulai tidak nyaman dengan keberadaan KAMI dan membuat gerakan tandingan yang seolah-olah ingin membuat benturan horizontal di masyarakat.
Sebagai contohnya adalah kemunculan gerakan Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) yang digagas oleh bekas pendukung Jokowi di Pilpres 2019 silam.
Selain itu, Gde Siriana juga menyebutkan adanya sikap tak mengindahkan dari sebagian alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menginginkan Din Syamsuddin dicopot dari Majelis Wali Amanat karena terlibat di dalam KAMI.
"Kok ada ya intelektual berpikiran sempit? Memangnya sudah ada penetapan KAMI sebagai organisasi terlarang? Kalian bukanlah massa (benda), intelektual harus memiliki selera rasionalitas dan ketertarikan pada fakta," tuturnya.
Bahkan, lanjut Gde Siriana, serangan-serangan kepada KAMI telah dialami oleh sejumlah tokoh yang tergabung di KAMI sejak awal Deklarasi, baik berupa tuduhan gerakan makar hingga pembajakan akun media sosial.
Karena itu, Aktivis Bandung Intiatives ini memandang, sikap yang ditunjukan para pendukung rezim Jokowi kali ini sama saja menelanjangi diri penguasanya sendiri. Di mana, pemerintah tak lagi mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait janji-janji politiknya yang telah diumbar pada Pilpres 2019 silam.
Serangan-serangan untuk mengamputasi KAMI dengan cara-cara cupu, mulai dari Ketum Parpol, hingga mahasiswa bayaran dan alumni-alumni yang fouI-minded, bukti bahwa rezim penguasa kehabisan stok jualan gombal," ungkapnya.
"Janji-janji meroket tidak terwujud dalam 5 tahun ke belakang adalah fakta-fakta yang tak terbantahkan. Inilah yang dipercaya rakyat?" demikian Gde Siriana Yusuf menutup. (Rmol)
BERITA PILIHAN PEMBACA :
Memuat...
Itulah tadi informasi tentang Gde Siriana: Rezim Jokowi Kehabisan Stok Jualan Gombal, Reaksi Pada KAMI Tidak Rasional! yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Semoga saja dapat menjawab rasa penasaran Anda, tentang tentang berita yang mungkin sedang Anda cari.
Jika dirasa berita yang kami sampaikan membawa manfaat, silahkan bantu kami untuk berbagi kepada teman-teman yang lain, melalui media sosial yang ada dibawah artikel ini.
Kedepannya kami akan terus mengupdate dan berbagi informasi terkini atau berita terbaru di sekeliling kita, untuk itu terus pantengin situs ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke situs Berita Tuek ini. Sampai ketemu di berita berikutnya.
Komentar
Posting Komentar